Skip to content

“ DINAMIKA KELOMPOK 1”

Juni 19, 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

  1. Kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain serta memiliki kepentingan bersama. Kumpulan ini kemudian menjadikan sebuah kelompok sebagai kelompok formal atau informal, kedua kelompok ini sering dipergunakan dalam semua bentuk usaha dan organisasi, baik yang bersifat sosial, keagamaan, politis maupun dunia usaha perdagangan. Sebagian besar kegiatan dalam lembaga pendidikan juga berlangsung dalam kelompok formal yang disebut komite. Bentuk komite yang paling menonjol dalam lembaga usaha / perusahaan besar, lazim disebut “Board of Director”, badan tertinggi dalam manajemen suatu perusahaan. Pendirian kelompok sangatlah penting di dalam sebuah kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang atau individu untuk memecahkan / menyelesaikan tugas, problem, atau masalah bersama-sama, karena masalah, problem yang ada tidak munkin diselesaikan oleh individu per individu. Untuk itulah dengan kesadaran ataupun tanpa disadari oleh masing-masing orang mereka akan berusaha untuk ikut serta berpartisipasi dengan membentuk kelompok, tentunya melalui beberapa persetujuan-persetujuan pihak-pihak yang ada didalamnya.

B. RUMUSAN MASALAH

  1. Apakah pentingnya pembentukan kelompok kerja yang dinamis?
  2.  Apa yang dihadapi oleh kelompok kerja?
  3. Bagaimana membangun kelompok yang dinamis?
  4. Bagaimana prinsip sinergi dalam kelompok?

C. TUJUAN PENULISAN

  1.   Mengetahui pentingnya sebuah kelompok dan masalah yang ada didalamnya

D.MANFAAT PENULISAN

  1. Dapat memenuhi tugas Psikologi Industri
  2. Dapat mengetahui pentingnya sebuah kelompok dan masalah-masalah yang ada didalamnya.

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian mendasar tentang kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain serta memilki tujuan bersama. Kumpulan orang-orang ini kemudian menjadikan sebuah kelompok (kelompok formal dan kelompok informal). Dua jenis kelompok tersebut sering digunakan dalam semua bentuk usaha dan organisasi, baik yang bersifat social, keagamaan, politik maupun dunia usah perdagangan. Suatu kelompok terjadi karena adanya kebutuhan untuk menyelesaikan tugas, problem, atau masalah bersama-sama, dalam organisasi bisnis bentuk kelompok yang dipandang cukup efektif oleh beberapa kalangan adalah Quality Circle. Quality Circle ini sering dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mewujudkan tujuan organisasi yang lebih besar yaitu meningkatkan laba perusahaan melalui efisiensi di tempat kerja. Untuk mewujudkan penyelesaian persoalan dalam kelompok diperlukan peran supervisor. Seorang supervisor sebagai pimpinan dalam unit kerja harus dapat melibatkan anggota kerjanya dan menyalamatkan masalah yang dihadapi, agar kerjasama tim dapat berhasil dengan baik, para anggotanya perlu memilki kemampuan berinteraksi dan mengadakan hubungan antar pribadi yang baik. Interaksi kelompok biasanya berlangsung melalui proses tertentu, yaitu pembentukan, perpecahan, penyesuaian, perubahan yang terjadi secara berulang-ulang. A. Pentingnya Pembentukan Kelompok Kerja Yang Dinamis 1. Kelompok Kerja Sebagai Organisasi Kecil Di dalam setiap organisasi selalu terdapat kelompok-kelompok, baik yang formal (seperti, kelompok kerja dan serikat pekerja), maupun yang informal (seperti kelompok yang berdasarkan kesamaan hobi). Munculnya kelompok kerja merupakan bagian dari kehidupan organisasi, dengan kata lain bahwa kelompok kerja merupakan sebuah organisasi kecil dan suatu organisasi yang lebih besar. Organisasi-organisasi kecil yang dianggap sebagai kelompok memang keberadaannya dibutuhkan oleh organisasi-organisasi besar demi pencapaian tujuan organisasi-organisasi yang besar. Namun adakalanya juga terjadi pada beberapa kasus kalau beberapa kelompok kerja tidak dapat terbentuk dengan sendirinya, meskipun juga telah diatur secara formal, padahal mereka juga diarahkan pada pencapaian tujuan secara bersama, sehingga mengakibatkan beberapa orang belajar secara individualis dan tidak merupakan suatu satuan kelompok. Beberapa alasan orang masuk dalam kelompok : • mengurangi perasaan tidak aman • kebanggan diri karena menjadi bagian dari kelompok tertentu • Mendapatkan harga diri yang lebih baik • Memenuhi kebutuhan afiliasi • Memuaskan kebutuhan untuk menguasai orang lain • Mencapai prestasi atas tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau kelompok 2. Kelompok Kerja Untuk Mencapai Tujuan Secara Efektif Penetapan tujuan oleh organisasi, pada akhirnya akan membawa dampak pada munculnya berbagai jenis pekerjaan tertentu. Berbagai jenis pekerjaan ini tercipta dan terarah untuk kepentingan pencapaian tujuan, karena kepentingan dan arah yang sama maka berbagai jenis pekerjaan ini saling berangkai dan berkaitan satu sama lain. Dalam setiap organisasi akan mempunyai berbagai jenis kelompok kerja berdasarkan pada jenis kegiatan dan macam keterampilan yang disyaratkan. Pada akhirnya dapat difahami kalau makin banyak jenis pekerjaan di dalam organisasi maka makin banyak pula jenis kelompok kerja, inilah yang kemudian menyebabkan adanya bermacam-macam kelompok kerja di dalam suatu organisasi. Pembentukan kelompok kerja di dalam organisasi sebaliknya mengikuti dinamika organisasi artinya pencapaian tujuan organisasi disesuaikan dengan situasi dan kondisi, bila kondisi pasar lagi menguntungkan maka besaran keuntungan (sabagai tujuan) yang dipatok organisasi akan besar, demikian sebaliknya makin lesu kondisi pasar maka makin kecil besaran keuntungan yang ditetapkan organisasi. B. Apa Yang Dihadapi Oleh Kelompok Kerja Dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, perlu ditentukan dan dipastikan apakah masing-masing dari setiap anggota kelompok telah mengetahui tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu sudah merupakan suatu keharusan bagi semua anggota kelompok bahwa tujuan kelompok harus dikenali oleh setiap anggotanya. Pengetahuan terhadap tujuan kelompok memberikan dasar bagi masing-masing orang untuk menyamakan persepsi atas tujuan kelompok. Penyampaian informasi tentang kelompok harus merata diantara para anggota, setiap orang sebaiknya memilki sejumlah informasi yang setara dan sama tentang tujuan kelompok, anggota kelompok yang memilki sejumlah informasi yang paling banyak akan lebih banyak mengendalikan kerja kelompok. Bagi ornag yang hanya memiki sedikit informasi tentang kelompok maka dia akan mudah dipengaruhi oleh anggota lain yang memilki jumlah informasi peling banyak. Apabila kondisi tersebut di atas terjadi, maka anggota kelompok dapat mengalami kesulitan dalam proses pencapaian tujuan. Masalah utama yang muncul adalah apakah masing-masing anggota mampu untk melaksankan tugasnya dengan baik manakala informasi tentang tujuan organisasi sangat terbatas sekali. Kelengkapan masing-msing dari anggota sangat dibutuhkan agar seluruh anggota memilki kesetaraan informasi. Kesetraan informasi ini memudahkan kelompok untuk mengorganisir langkah anggota dalam mencapai tujuan dan mencari solusi alternatif makin bergam. Namun adakalanya kesetaraan informasi juga menimbulkan masalah, apabila masing-masing di dalam organisasi yang telah memilki informasi dalam jumlah yang setara itu tidak saling membuka diri atau tidak saling mengisi kelemahan rekan yang lain, maka setiap orang akan merasa dirinya yang paling lengkap informasinya. Setelah masing-masing anggota yang memilki sejumlah informasi tentang pencapaian tujuan kelompok maka langkah selanjutnya adalah mereka harus secara bersama-sama berusaha mencpai tujuan dengan cara memecahkan satu persatu persoalan yang sedang menghadang mereka. Apapun kodisi yang dihadapi oleh kelompok. mereka tidak dibenarkan untuk mengeluh saja tanpa harus segera berusaha segera memecahkannya, apalagi harus menorah tanpa syarat. C. Bagaimana Membangun Kelompok Yang dinamis Tachman menyatakan bahwa proses terbentuknya kelompok mengikuti proses sebagai berikut : 1. Forming, yaitu proses awal pembentukan kelompok kerja 2. Shorming, yaitu proses dimana masing-masing orang didalam kelompok berusaha untuk saling menyesuaikan diri dengan cara menyatukan nilai-nilai yang dianutnya 3. Norming, yaitu proses ketika konfliksudah mereda dan masing-masing orang sudah mulai menyatukan diri dalam visi dan misi, diantara mereka lebih mementingkan pencapaian tujuan kelompok dari pada kepentingan pribadinya. 4. Performing, yaitu setelah setiap anggota di dalam kelompok mulai menyatukan dri dalam visi dan misi dan yang penting adalah proses pencapaian tujuan kelompok, maka proses selanjutnya adalah mulai menghasilkan sebuah karya kelompok. 5. Adjoining, proses ini terjadi di dalam kelompok yang merasa puas atas tercapainya tujuan kelompok Memperhaikan penjelasan di atas, terutama pada kelompok yang merasa puas atas tercapainya tujuan kelompok kerja, maka kelompok kerja dapat dibangun atau dibentuk secara praktis sebagaimana berikut di bawah ini : 1. Laksanakan komunikasi yang efektif antar anggota, kalau kegiatan ini dapat dilakukan maka : a. masalah yang timbul segera diketahui untuk segera dipecahkan b. perubahan untuk perkembangan yang timbul atau terjadi dapt segera diketahui oleh para anggota c. perubahan atau perkembangan yang timbul atau terjadi dapat segera diketahui oleh para anggota d. informasi yang terbatas dapat dilpat gandakan menjadi informasi yang lengkap melalui penyampaian informasi oleh rekan anggota kelompok yang lain e. kemampuan masing-masing anggota dapat ditingkatkan. 2. Tingkatkan interaksi anggota, kegiatan meningkat interaksi di antara anggota melalui berbagai bentuk tugas yaitu : a. peningkatan kerjasama anggota b. Peningkatan daya saing anggota c. Mendayagunakan konflik yang timbul untuk tujuan positif d. Peningkatan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi tugas anggota secara harmonis. 3. Melakukan peningkatan keterbukaan dan konsistensi, upaya ini dilakukan dengan tujuan agar : a. memperkecil masalah pribadi yang berpengaruh pada pencapaian tujuan organisasi b. mempermudah cara pemilihan alternatif yang penting dan memlih yang tebaik untuk dilakukan 4. Mengenali masalah dan mampu mengambil keputusan, cara ini dapat dilkukan dengan kondisi bahwa : a. Masalah yang timbul selalu dihubungkan dengan fakta yang relevan b. Keputusan yang diambil lebih tepat karena berdasarkan f akta c. Masalah yang timbul dapat segera dipecahkan 5. Tingkatkan kualitas anggota, langkah ini bila dilakukan dengan baik maka akibat yang dimunculkan dapat berupa : a. Selalu timbul ide baru yang memberikan semangat kerja b. Altrenatif yang timbul lebih dekat dengan pemecahan masalah yang akan dilaksanakan c. Bila kondisi poin diatas dapat terlaksana maka jalan bunt apapun yang dihadapi oleh kelompok dapat segera dicarikan segera jalan keluarnya. D. Prinsip Sinergi Dalam Kelompok Pendayagunaan kelompok agar bisa efektif dalam pencapaian tujuan dapat menggunkan teknik sinergi . prinsip sinergi ini adalah prinsip alamiah yang dapat kita rasakan sehari-hari. Apabila seseorang bekerja secara sendiri-sendiri maka hasil yang diperoleh adalah sama dengan satu, apabila 2 orang bekerja bersama-sama hasil yang diperoleh pasti lebih banyak, prisip sinergi ini menekankan mengenai pentingnya usaha kelompok yang kompak akan lebih berhasil dari pada bekerja sendiri-sendiri.

BAB III PENUTUPAN KESIMPULAN

Kelompok merupakan kumpulan dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain serta memilki tujuan bersama. Kelompok terjadi karena adanya kebutuhan untuk menyelesaikan tugas dan masalah secara bersama-sama. Memudahkan suatu pekerjaan karena dikerjakan secara bersama-sama. Dalam suatu kelompok dapat terjadi berbagai masalah seperti kesenjangan informasi dari tiap anggota kelompok, oleh karena itu hendaknya tiap anggota kelompok memilki informasi yang sama mengenai apapun yang ada dalam kelompok seperti tujuan kelompok. Karena dengan memilki informasi yang sama tiap anggota kelompok memudahkan dalam proses pencapaian tujuan kelompok. Bekerja dengan kelompok akan lebih baik dengan bekerja sendiri-sendiri yang sesuai dengan prinsip sinergi dalam kelompok.

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: